Jumat, 21 Agustus 2009

Korupsi dan Zina


sebenarnya apa sih korupsi itu? dan hubungannya dengan zina itu apa?

Anda pasti pernah mendengar tentang kasus korupsi yang melibatkan pejabat-pejabat penting, tetapi untuk koruptor kelas teri yang "beromzet dibawah 10juta" pasti tidak terekspos di media, yah mungkin karena cuma kelas teri dan orangnya pun tidak terkenal, tetapi jangan samalah koruptor kelas teri ini jumlahnya banyak dan menyebar di seluruh negeri tercinta dan mereka aman-aman saja.

Trus apa hubungannya dengan zina??

Tidak sedikit dari mereka yang memang mencari tambahan "penghasilan" untuk biaya petualangan mesum bersama wanita simpanannya, tapi tidak semuanya. Seperti yang dilakukan Pak X (seorang pejabat daerah),tiap jumat sore selalu pulang jam 5 sore, padahal 6 hari kerja, jumat harusnya pulang jam 11 siang, usut punya usut ternyata beliau sering kencan dengan wanita lain yang juga seorang PNS tetapi beda kantor.
Tetapi sayang kasus ini sampai sekarang masih aman-aman saja dan masih berjalan.

Lain lagi dengan Pak AB, seorang PNS juga tetapi staf biasa, mungkin sudah hobi dari saat-saat masih muda, doyan mabuk, main wanita, judi. disaat sudah menjadi PNS dan nikah pun hobi itu dilakoninya.
Suatu ketika Pak AB mampir ke rumah saya, dengan maksud mau pinjam duit, katanya buat kencan dengan wanita selingkuhannya yang seorang guru SMP Negeri. Karena saya dan Pak AB ini sudah kenal lama maka saya kasih pinjam sesuai dengan permintaanya.
Tidak lama kemudian datang pula Wanita Selingkuhan Pak AB ke rumah saya, mungkin karena sudah tidak tahan si wanita ini langsung ngajak cepet-cepet pergi dari rumah saya.
Keesokan harinya Pak AB cerita ke saya, "wah permainan Elly (selingkuhan Pak AB) bener-bener binal, satu ronde dia 2 kali klimax", Dalam hati aku bertanya.... di Indonesia ada berapa orang PNS yang moralnya seperti ini??

Kalau anda punya cerita atau pernah dengar PNS yang seperti diatas, tolong kasih komentar biar semua tau gimana sih PNS itu??

Kamis, 30 Juli 2009

Upeti dari Panwasgub ke BPK

Mungkin sebagian orang awam ga tau kalo sebenarnya masalah setor upeti di kalangan pemerintahan masih ada. Dan tulisan saya ini semoga bisa membuka mata bagi yang ga tau biar tau klo sampai detik inipun upteti di departemen-departemen pemerintah masih berjalan mulus tanpa hambatan.
Kebetulan saya pernah bekerja di Panwas, salah satu departemen bentukan untuk mengawasi jalannya pemilihan pemimpin di salah satu kabupaten di Indonesia, walau hanya sebagai staf sekretariat, tetapi sedikit banyak tau tentang keluar masuknya keuangan.
Sebagai mana umumnya suatu kantor pasti mengelola anggaran, dan begitu pula dengan kantor panwas., malah anggaran untuk panwas lumayan besar, kira2 sekitar 200 jutaan perbulan untuk 1 Kabupaten. ( ini hanya untuk panwasgub). Dan tentunya anggaran buat KPU jauh lebih besar.
Hmmm… ketika kantor panwas tempat saya bekerja mencairkan anggaran memang berjalan dengan lancar tetapi begitu sampai di kantor, ada sms masuk ke handphone yang isinya “jangan lupa 2%” dan sms itu berasal dari nomor handphone salah seorang oknum di BPK. Klo diliat dari angka yang Cuma 2% mungkin kecil dan hanya sekitar Rp. 4 juta, tetapi trus dikalikan dengan jumlah kabupaten yang ada di propinsi tersebut, andai ada 35 kabupaten tentunya 4juta x 35 = Rp.140.000.000,- . jumlah yang tidak sedikit yang masuk ke kantong oknum-oknum BPK yang harusnya menjadi pemeriksa keuangan, tetapi malah menjadi pengembat keuangan yang bukan menjadi haknya.. .. sungguh edan.
Dan upeti-upeti ini masih bisa dibilang kecil dan masih banyak upeti-upeti yang lain yang tersebar di berbagai kantor dan dinas di seluruh Indonesia. Sekarang layakkah di negeri ini diadakan pemilihan-pemilihan kepala daerah? Kalau hanya untuk menghambur-hamburkan keuangan negara, sedangkan rakyat banyak yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Pernah terdengar suara bahwa kalau otonomi daerah sudah berjalan dengan benar, sepertinya ga usah ada pemilihan gubernur, karena sebenarnya ga ada fungsinya seorang gubernur, segala urusan bisa langsung ditangani di tiap kabupaten. Dan mungkin gubernur di tunjuk saja sebagai perwakilan pemerintah pusat sehingga menghemat anggaran negara.

Minggu, 19 Juli 2009

apa sih enagnya jadi pns?

Apa sih enagnya jadi pegawai negeri???


Kalau anda sudah pernah ikut ujian penerimaan CPNS, tentu anda akan merasakan bagaimana susahnya untuk menembus menjadi pegawai negeri sipil, karena biasanya yang dibutuhkan misalnya 10 orang yang mendaftarkan bisa mencapai ribuan orang. Bayangkan berapa perbandingan lawan kita saat beradu nasib di ujian penerimaan CPNS, susah... sangat susah sehingga banyak orang yang menggunakan jalan pintas dengan sejumlah uang suap... hmmmm... sungguh gila...

OK.... setelah diterima menjadi PNS.... apa yang terjadi di lingkungan pemerintahan???

Pagi dari rumah berangkat ke kantor sekitar jam 6.30 WIB. sampai di kantor terus APEL PAGI yang wajib di ikuti semua PNS. sipp... sampai disitu masih ok ok aja ga ada masalah dan bisa diterima masyarakat luar.

Setelah mengikuti apel umumnya langsung ke ruang kerja masing-masing tetapi ada juga yang masih asyik ngobrol di teras, tapi itu kiranya masih dianggap wajar. Kemudian kira-kira jam 8.00 ternyata masih saja ada yang asyik mengobrol dan sebagian lagi ada yang baca koran, yang ada di ruang komputer mungkin ada yang mengetik atau mengedit laporan dan cetak laporan, halah halah... tetapi koq ada juga yang sudah maen game...... huhuhuhuhuhuhuh...

Sampai sekitar jam 10 an.. mulai bergeser neh atau pindah tempat buat ngobrol... mungkin di warung.... mungkin di ruang kerja.... mungkin ada yang di tempat parkir saling nunjukin sepeda motor barunya barangkali.... tetapi para ibu-ibu PNS ada juga yang belanja di pasar... dengan tetap pengenakan seragam keki nya dengan gagah mereka memilih-milih baju misalnya atau buah-buahan atau... ea sekedar melihat-lihat saja....

ahhhh... matahari sudah tinggi neh... sebentar lagi dhuhur.... disaat-saat inilah para PNS sudah mulai ga kerasan di kantor... ada yang pamit mau ke bengkel.... ada yang pamit mau jemput anag... bahkan ada juga yang hampir tiap hari pamit mau takziah... huh dasar emang tiap hari ada saudaranya yang mati kali ya? hehehehe........

itulah sedikit gambaran para pegawai negeri kita yang mungkin rata-rata di seluruh Indonesia seperti itu...., padahal untuk menjadi seorang PNS susahnya minta ampun tetapi setelah menjadi PNS mereka dengan seenaknya cuma menghabiskan waktu di kantor buat ngerumpi,jajan dan saling sombong tentang kekayaanya.

OK... selanjutnya terserah anda mau setuju ato tidak.. tetapi itulah kenyataannya dan kita sebagai masyarakat biasa bagaimana kita harus melangkah dan mengingatkan kepada mereka bahwa mereka kerja di bayar dengan uang rakyat dan menjadi pelayan rakyat yang tentunya kedisiplinan mereka kita tuntut tanggung jawabnya.

sampai disini dulu posting kami... posting-posting selanjutnya mungkin akan lebih mencengangkan. Tunggu saja..............................